Tradisi Nyongkolan di Pulau Lombok
NYONGKOLAN
Nyongkolan
berasal dari kata songkol / sondol yang artinya mendorong dari belakang. Arti
lainnya sebagai mengiringi atau mengawal kedua pengantin, untuk datang ke rumah
keluarga pengantin wanita dalam sebuah prosesi adat pernikahan masyarakat
Sasak. Sejarahnya, terdapat tiga sistem perkawinan Adat Sasak, yaitu
Perondongan (Perjodohan), Kawin Lamar (Mepadik Lamar), dan Merariq (Selarian).
Perondongan(Perjodohan) terjadi pada masa pendudukan Jepang, seringkali tentara
Jepang mengambil gadis-gadis lokal yang belum punya jodoh, kemudian dipaksa
untuk Perondongan(Perjodohan) terjadi pada masa pendudukan Jepang, seringkali
tentara Jepang mengambil gadis-gadis lokal yang belum punya jodoh, kemudian
dipaksa untuk dijadikan budak si Jepang. Nah jadi para orang tua menjodohkan
anak-anak perempuannya sejak masa kanak-kanak.
Kawin
Lamar (Mepadik Lamar), yaitu setelah kedua calon mempelai bersepakat melakukan
pernikahan, calon mempelai laki-laki akan memberi tahu orang tuanya dan minta
dilamar ke orang tua si gadis. Inilah yang unik diantara dua sistem sebelumnya,
yaitu Merariq yang artinya si laki - laki melarikan si gadis di tengah malam
meninggalkan orang tuanya. Dan hal itu sama sekali tidak diketahui kalau
anaknya dilarikan atau diculik oleh si laki - laki. Namun menculik di sini tidak
negatif yang seperti yang dibayangkan. Tujuan si laki - laki menculik si gadis
untuk membebaskan si gadis dari ikatan orang tua dan keluarganya. Arti lainnya mengajak
nikah besok harinya.
Setelah
si laki - laki dan si gadis sudah menikah, kegiatan selanjutnya adalah Begawe
Nyongkolan, yang dikemas dalam suatu pesta hajatan yang sangat meriah. Orang
Sasak menyebutnya "Begawe Beleq". Pesta ini tidak sedikit
mengeluarkan biaya. Disini letak kemeriahan acara ini. Sebelum hari H
Nyongkolan, ada banyak kegiatan, seperti masak nasi dan lauk pauk serta membuat
jajanan pesta. Untuk menghibur para tamu yang bekerja, pemilik hajatan atau
yang disebut (Epen Gawe-pen) akan menyewa kesenian-kesenian tradisional khas
Sasak, seperti Gendang Beleq, Drama, Joget (sinden-pen) dan lain-lain. Bagi keluarga
yang tidak diundang, meskipun karena lupa diundang, keluarga itu akan sangat
terpukul karena merasa dilupakan, tidak dihargai, bahkan mengganggap dirinya
telah dikeluarkan dari kekerabatan. Ini dia acara yang ditunggu -tunggu.
Nyongkolan! Pengantin laki-laki dan perempuan akan diiring atau diarak di jalan
raya atau di jalan kecil. Mereka diarak sepanjang 1-1,5 kilometer ke kediaman
keluarga perempuan sambil diiringi musik tetabuhan tradisional. Ada Gendang
Beleq, Gamelan Beleq, Kedodak, atau Tawak-Tawak tapi sekarang namanya Kecimol
dan Ale-Ale.
Alat
musik tradisional Nyongkolan, Gendang Beleq ini salah satu kesenian tradisional
yang dikenal dan udah lama banget berkembang baik oleh masyarakat suku Sasak.
Nama kesenian ini diambil dari salah satu alat musik yang digunakan yaitu dua
buah gendang berukuran besar dan panjang. Gendang sebesar ini hanya dibawa oleh
satu orang, Pemain Gendang Beleq tidak cuma memukul gendang tapi juga sambil
menari tarian Gendang Beleq. Setelah diarak 1-1,5 kilometer, sampai lah mereka
di rumah keluarga pengantin perempuan. Pasangan pengantin melakukan sungkeman
untuk meminta do’a restu kepada pihak keluarga, juga sebagai tanda pihak
keluarga sudah merestui melepas anak gadis mereka dan dibawa oleh suaminya.
Mohon kritik dan saran dari rekan-rekan yang mengunjungi blog ini, terima kasih.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusUntuk paragraf 1 kalimat keempat yang mulai dari Perondongan itu, menurut saya kalimatnya kurang efektif karena ada pengulangan beberapa kata. Dan juga ada 3 sistem perkawinan kan. Nah lebih baik di setiap sistem dibuat paragraf yg berbeda. Karena bacaan di atas sistem kawin lari dan merarik jadi satu.
HapusMungkin bisa ditambahin makna teologi ataupun fisiologi dri nyongkolan tsb,sehingga pembaca dapat mengetahui makna yang terkandung didalamnya bukan hanya nyongkolan untuk menghambur hamburkan uang
BalasHapusTerimakasi
terimakasih atas saran dan masukannya.
HapusIni seperti mahakarya
BalasHapusMenurut saya tulisan dalam blog ini akan lebih menarik apabilan ditambahkan foto sehingga pembaca mempunyai bayangan seperti apa nyongkolan tsb
BalasHapusEnak tenaaan
BalasHapusTerimakash infonya
BalasHapusTerimakash infonya
BalasHapusKeren keren
BalasHapusUniknya tradisi nyongkolan
BalasHapus